Isi Kotak P3K si Kecil, Apa Saja Yang Dibutuhkan?

Usia si Kecil merupakan waktu-waktu produktif baginya untuk mengeksplor dan mencoba banyak hal baru. Si Kecil selalu memiliki rasa ingin tahu terhadap setiap hal yang dilihatnya. Tetapi, pada usia ini, si Kecil belum mengerti akan kemungkinan bahaya yang mengintainya. 

Hal ini menyebabkan si Kecil rentan untuk mengalami sakit atau cedera, bahkan saat sedang bermain di dalam rumah. Untuk itu, Parents perlu menyediakan kotak P3K di rumah sebagai pertongan pertama untuk si Kecil. Kotak P3K ini sebaiknya diisi dengan selengkap mungkin, yang didalamnya terdapat bermacam perlengkapan kesehatan dan obat-obatan, seperti:

1. Termometer

Termometer merupakan alat kesehatan sederhana yang berfungsi untuk mengukur suhu tubuh.  Termometer yang saat beredar di pasaran ada yang berbentuk digital dan juga konvensional, yang  masih menggunakan raksa sebagai pengukur suhu tubuh. Dalam penggunaannya, termometer dalam mengukur suhu tubuh bermacam-macam, ada yang diletakkan di mulut, di dahi, di telinga, atau dicolokkan ke dubur.

Si Kecil dapat menggunakan termometer dot digital yang memiliki bentuk  mirip seperti dot atau empeng bayi, sehingga cocok digunakan anak-anak atau bayi yang masih menggunakan dot. Cara penggunaannya termometer ini cukup mudah, si Kecil hanya perlu mengisap termometer dot selama 3 menit untuk mendapatkan hasil suhu tubuh yang akurat.

2. Minyak telon bayi

Minyak telon merupakan minyak yang terbuat dari 3 jenis minyak alami, yaitu minyak kayu putih, minyak kelapa, dan minyak adas. Perpaduan ketiga minyak alami ini memberikan manfaat yang dalam perawatan bayi dan anak, seperti menghangatkan tubuh, melembapkan kulit, mengatasi perut kembung, mencegah gigitan nyamuk, dan menenangkan bayi saat dipijat.

3. Obat untuk luka

Si Kecil rentan untuk terjatuh, sehingga obat luka, alkohol guna membersihkan luka, plester, perban, kasa, dan kapas steril harus ada di dalam kotak P3K. Jika bisa, lebih baik lagi agar Miifam menyediakan semprotan atau krim antiseptik untuk membersihkan luka dan mencegah infeksi.

Beberapa antiseptik mengandung pereda nyeri yang dapat meringankan rasa sakit dari luka. Selain semprotan antiseptik, Miifam juga dapat sediakan tisu basah antiseptik untuk membersihkan luka.

 

4. Obat pereda nyeri dan demam

Biasanya, Parents menggunakan paracetamol dan ibuprofen untuk mengobati nyeri dan demam pada bayi, karena kedua obat aman ini aman digunakan. Paracetamol dan ibuprofen untuk bayi tersedia dalam bentuk cair sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh bayi. Namun, perlu diperhatikan bahwa untuk memberikan parasetamol pada Si Kecil, pastikan usianya minimal dua bulan atau lebih.

NHS menyarankan agar Miifam memilih paracetamol atau ibuprofen yang bebas gula. Hal ini dikarenakan obat-obatan yang mengandung gula atau pemanis berpotensi merusak gigi bayi. Selain itu, pastikan juga untuk menggunakan takaran yang tepat dengan kondisi dan usia Si Kecil, dengan memeriksa label obat yang tertera pada kemasan.

5. Obat atau krim antihistamin

Reaksi alergi dapat timbul kapan saja pada si Kecil. Pada umumnya, penanganan alergi untuk si Kecil adalah dengan mengonsumsi obat  antihistamin. Antihistamin merupakan kelompok obat yang digunakan untuk meredakan keluhan atau gejala akibat reaksi alergi, seperti bersin, gatal, kulit menjadi kemerahan, bengkak, bruntusan, mata berair, dan lain sebagainya. Walaupun bisa meredakan gejala akibat reaksi alergi, antihistamin tidak bisa menyembuhkan alergi. Beberapa jenis antihistamin juga bisa digunakan untuk meredakan mual atau muntah, terutama akibat mabuk perjalanan.

Tetapi, untuk bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan, penanganan utamanya adalah dengan pemberian ASI terlebih dahulu, didukung dengan penanganan sederhana seperti memijat perut bila ada sulit BAB, memberikan baju longgar bila ada biang keringat, mengompres hangat bila ada demam, dan lain sebagainya. Bila tidak berhasil, Miifam sebaiknya konsul dengan dokter anak agar segera ditangani dan diberikan obat oleh dokter.

6. Krim antinyamuk atau antiserangga

Gatal karena gigitan nyamuk bisa sangat mengganggu si Kecil. Parents bisa mengoleskan krim antinyamuk untuknya sebelum beraktivitas ataupun sebelum tidur. Umumnya, krim antinyamuk menganduk bahan aktif yang dinilai efektif untuk menangkal gigitan nyamuk, yaitu diethyltoluamide atau DEET. 

Meskipun begitu, bayi berusia 2 bulan ke bawah tidak boleh memakai obat antinyamuk yang mengandung DEET. Sedangkan untuk obat antinyamuk yang mengandung minyak lemon eukaliptus, baru boleh digunakan pada kulit si Kecil saat berusia tiga tahun ke atas.

Ada beberapa hal yang dapat Parents lakukan untuk mencegah si Kecil dari gigitan nyamuk. Misalnya dengan memakaikan Si Kecil baju yang menutupi seluruh kulitnya, memasang kelambu di sekitar tempat tidurnya, atau menanam tanaman pengusir nyamuk di rumah untuk menghindarkan si Kecil dari gigitan nyamuk.

Ternyata peran kotak P3K ini sangat penting kan, Miifam. Mengingat kebutuhan medis setiap anak yang berbeda, alangkah baiknya agar kotak P3K menyediakan obat-obatan selengkap mungkin. Tetapi, perlu diperhatikan oleh Miifam untuk mengecek dan mengganti isi kotak P3K secara berkala untuk menghindari produk yang sudah expired. Miifam juga bisa mencantumkan nomor telepon yang dapat dihubungi saat keadaan darurat pada bagian dalam kotak P3K, seperti nomor telepon Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit, dokter keluarga atau dokter anak, nomor pemadam kebakaran, nomor kantor polisi, dan lain sebagainya. Stay healthy and safety first, Miifam!

Leave a Replay

Shop Now At

FIND US ON TOKOPEDIA SHOPEE