Anak Terlalu Aktif atau Hiperaktif? Ini Perbedaannya yang Perlu Moms Tahu
Si Kecil yang aktif bergerak dan senang mengeksplorasi bukan selalu berarti memiliki perilaku hiperaktif. Pada masa perkembangannya, Si Kecil terus belajar mengenal lingkungan, mencoba berbagai hal baru, dan mengembangkan kemampuan melalui aktivitas sehari-hari. Energi yang tinggi pun dapat terlihat dari kebiasaan berlari, bermain, berpindah aktivitas, atau sulit duduk tenang dalam waktu lama.
Meski terlihat serupa, anak yang aktif, terlalu aktif, dan hiperaktif memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut penting dikenali agar Moms dapat memahami perilaku Si Kecil dengan lebih tepat dan sesuai dengan tahap perkembangannya.
Mengenal Anak Aktif dan Hiperaktif
Setiap anak memiliki tingkat energi dan karakter yang berbeda. Ada yang senang bergerak, aktif bermain, dan gemar mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Perilaku aktif seperti ini merupakan bagian yang wajar dalam tumbuh kembang dan menjadi salah satu cara Si Kecil mengenal dunia di sekitarnya.
Di sisi lain, hiperaktif bukan hanya sekadar kondisi ketika anak memiliki banyak energi atau sulit diam. Hiperaktivitas berkaitan dengan pola perilaku yang membuat anak tampak sangat aktif dan dapat mengalami kesulitan dalam mengatur perhatian atau perilakunya. Meskipun keduanya dapat terlihat serupa dalam keseharian, ada beberapa hal yang dapat membantu Moms melihat perbedaan antara anak yang aktif dan hiperaktif.
Apa Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif?
Perbedaan anak aktif dan hiperaktif dapat dilihat dari bagaimana Si Kecil mengatur perilakunya dalam berbagai situasi. Anak yang aktif umumnya tetap dapat menyesuaikan diri ketika berada dalam situasi yang membutuhkan ketenangan, sedangkan perilaku hiperaktif cenderung muncul lebih konsisten dan sulit dikendalikan.
Anak Aktif dengan Energi Tinggi
Si Kecil yang aktif biasanya memiliki energi tinggi dan senang bergerak, terutama saat bermain atau mengeksplorasi hal-hal yang menarik baginya. Meski begitu, Si Kecil tetap dapat menyesuaikan perilakunya ketika berada dalam situasi yang membutuhkan ketenangan. Beberapa perilaku yang umum terlihat pada anak aktif, yaitu:
-
Senang bergerak, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan.
-
Dapat duduk tenang ketika situasi membutuhkannya, seperti saat makan atau melakukan aktivitas yang disukai.
-
Mampu mengikuti instruksi dengan pengulangan atau arahan sederhana.
-
Dapat memusatkan perhatian pada aktivitas yang menarik dan sesuai dengan usianya.
-
Energi tinggi biasanya muncul pada situasi tertentu dan dapat berkurang setelah bermain, beristirahat, atau berganti aktivitas.
Anak dengan Perilaku Hiperaktif
Pada Si Kecil dengan hiperaktivitas, tingkat aktivitas yang tinggi dapat terlihat lebih konsisten dan tidak selalu menyesuaikan dengan situasi. Perilaku tersebut juga dapat disertai kesulitan dalam mengatur perhatian dan respons terhadap lingkungan. Beberapa perilaku yang dapat terlihat, antara lain:
-
Sulit diam atau tetap bergerak meski sedang berada dalam situasi yang tenang.
-
Lebih sering kesulitan mengikuti instruksi, meski sudah diberikan pengulangan atau arahan.
-
Sulit mempertahankan perhatian pada aktivitas tertentu.
-
Menunjukkan kegelisahan atau aktivitas yang tinggi dalam berbagai situasi, baik di rumah maupun di luar rumah.
-
Lebih sering bertindak secara impulsif, seperti sulit menunggu giliran atau menyela pembicaraan.
Kapan Perilaku Si Kecil Perlu Diperhatikan?
Si Kecil yang aktif, banyak bergerak, atau sulit diam sesekali merupakan hal yang wajar. Namun, Moms bisa mulai memberikan perhatian lebih ketika perilaku tersebut terus terlihat dalam keseharian dan mulai membuat Si Kecil kesulitan mengikuti aktivitasnya. Beberapa hal berikut dapat menjadi perhatian Moms:
-
Terjadi di Berbagai Situasi
Si Kecil terlihat sulit diam, sulit fokus, atau sulit mengikuti arahan bukan hanya di rumah, tetapi juga saat di sekolah atau bermain bersama orang lain. -
Berlangsung Cukup Lama
Perilaku tersebut terus terlihat dalam waktu yang cukup panjang, bukan hanya muncul pada waktu atau situasi tertentu. Dalam evaluasi ADHD, gejala yang menetap selama setidaknya enam bulan menjadi salah satu hal yang diperhatikan. -
Mengganggu Aktivitas Belajar
Si Kecil berulang kali kesulitan memahami instruksi, menyelesaikan tugas, mengingat informasi, atau mengikuti kegiatan belajar sesuai dengan usianya. -
Membuat Bersosialisasi Lebih Sulit
Si Kecil mengalami kesulitan mengikuti aturan permainan, menunggu giliran, atau berinteraksi dengan teman dan orang di sekitarnya. -
Sulit Mengelola Emosi
Si Kecil lebih sering kesulitan menenangkan diri atau mengatur respons ketika menghadapi situasi tertentu, sehingga aktivitas sehari-harinya ikut terganggu. -
Rutinitas Sehari-hari Terasa Menantang
Aktivitas seperti makan, belajar, bermain, atau bersiap untuk tidur sering kali sulit dilakukan karena Si Kecil kesulitan mengatur perhatian dan aktivitasnya.
Jika beberapa hal tersebut terlihat secara konsisten dan mulai mengganggu keseharian Si Kecil, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter, psikolog, atau tenaga profesional terkait untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas. Dengan begitu, Moms dapat mengetahui kebutuhan Si Kecil dan memberikan dukungan yang paling sesuai untuk tumbuh kembangnya.
Menemani Hari-Hari Aktif Si Kecil
Setiap Si Kecil memiliki energi dan cara bereksplorasi yang berbeda. Memahami perbedaan antara perilaku aktif dan hiperaktif dapat membantu Moms menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan Si Kecil dalam kesehariannya. Dalam menemani hari-harinya yang penuh aktivitas, kebutuhan Si Kecil juga dapat diperhatikan dari berbagai hal sederhana, termasuk pilihan makanan dan camilan yang diberikan. Camilan yang dipilih dapat menjadi bagian dari asupan harian Si Kecil, sehingga Moms dapat mempertimbangkan pilihan yang tidak hanya disukai, tetapi juga memiliki kandungan yang sesuai.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Alamii Rings Salmon Nori, camilan berbahan dasar beras dan jagung dengan perpaduan salmon serta taburan rumput laut. Selain memiliki bentuk ring yang mudah digenggam oleh tangan mungil Si Kecil, Alamii Rings juga mengandung DHA, Omega-3, dan Omega-6 yang menjadi bagian dari asupan untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Dibuat menggunakan minyak kanola tanpa tambahan MSG, pengawet, maupun pewarna buatan, serta bebas gluten dan lemak trans, Alamii Rings dapat menjadi pilihan camilan untuk menemani berbagai aktivitas Si Kecil sehari-hari.
Baca Juga: Si Kecil Suka Berbohong? Moms, Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Menghadapinya