Anak Tidak Mau Makan Bekal Sekolah? Yuk, Kenali Penyebabnya
Menyiapkan bekal untuk Si Kecil setiap pagi tentu sudah menjadi bagian dari rutinitas Moms sebelum memulai aktivitas. Namun, setelah sampai di rumah, bekal yang sudah disiapkan justru masih utuh dan tidak banyak disentuh. Kondisi seperti ini tentu membuat Moms penasaran, terutama saat menu yang dibawa sebenarnya merupakan makanan yang biasa dinikmati Si Kecil.
Tidak mau makan bekal di sekolah tidak selalu berarti Si Kecil tidak menyukai makanannya. Suasana di sekolah, kebiasaan saat waktu makan, hingga bekal yang dibawa dapat memengaruhi keinginan Si Kecil untuk makan. Yuk, kenali penyebabnya agar Moms bisa menyesuaikan bekal dan kebiasaan makan Si Kecil dengan lebih tepat.
Penyebab Si Kecil Tidak Mau Makan Bekal
Saat berada di sekolah, Si Kecil dapat mengalami berbagai hal yang membuat waktu makannya tidak berjalan seperti biasanya. Mulai dari terlalu asyik bermain hingga kondisi bekal yang sudah berubah setelah beberapa jam. Berikut beberapa penyebab yang sering terjadi:
-
Lebih Asyik Bermain
Waktu istirahat di sekolah menjadi momen yang paling dinantikan Si Kecil untuk bermain bersama teman. Ketika sudah asyik bermain dan mengeksplorasi lingkungan sekitar, waktu makan pun kerap terlewat. Si Kecil akhirnya memilih melanjutkan bermain daripada berhenti sejenak untuk menikmati bekalnya. -
Porsi yang Terlalu Banyak
Saat tempat bekal terlihat penuh, Si Kecil bisa merasa jumlah makanannya terlalu banyak untuk sekali makan. Kondisi ini dapat membuat Si Kecil kurang tertarik untuk mulai menyantap bekalnya. -
Suhu atau Tekstur Makanan Berubah
Setelah beberapa jam disimpan, makanan dalam bekal mengalami perubahan suhu dan tekstur. Nasi dapat menjadi lebih kering, sedangkan lauk tertentu terasa berbeda setelah dingin. Perubahan seperti ini dapat mengurangi selera Si Kecil untuk menyantap bekalnya. -
Tampilan yang Kurang Menarik
Bukan hanya rasa, tampilan makanan juga berperan dalam meningkatkan ketertarikan Si Kecil untuk makan. Warna yang kurang beragam, bentuk makanan yang monoton, atau pilihan menu yang sama berulang kali dapat membuat bekal terasa membosankan. Si Kecil pun lebih tertarik mencoba makanan lain yang terlihat berbeda. -
Menu Kurang Sesuai dengan Preferensi Si Kecil
Si Kecil memiliki makanan favorit dan makanan yang kurang disukai. Saat berada dalam fase picky eating, Si Kecil juga cenderung lebih selektif dalam memilih makanan. Ketika menu bekal tidak sesuai dengan preferensinya, Si Kecil dapat memilih untuk tidak menyentuh makanan tersebut. -
Suasana Makan Kurang Nyaman
Suasana saat makan di sekolah turut memengaruhi kenyamanan Si Kecil. Lingkungan yang ramai, banyak distraksi, atau waktu makan yang terbatas membuat Si Kecil sulit fokus pada makanannya. Alhasil, bekal makan belum selesai dinikmati tetapi waktu istirahat sudah habis.
Tips Agar Si Kecil Mau Makan Bekal
Ada beberapa cara sederhana yang bisa Moms coba agar Si Kecil lebih tertarik menyantap bekalnya. Mulai dari pilihan menu hingga cara menyiapkan bekal, beberapa tips berikut bisa membantu membuat waktu makan di sekolah terasa lebih menyenangkan.
Agar Si Kecil tidak cepat bosan dengan bekalnya, Moms bisa memberikan variasi menu dengan pilihan makanan yang tetap familiar dan nyaman dinikmati. Salah satunya, Moms bisa menambahkan Alamii Abon sebagai pilihan lauk yang praktis untuk melengkapi bekal. Dengan tekstur halus dan serat ringan, Alamii Abon dapat dinikmati Si Kecil dengan lebih nyaman sekaligus menambah variasi pada menu hariannya.
Setiap anak memiliki kebiasaan dan selera makan yang berbeda, termasuk saat menikmati bekal sekolah. Ketika anak tidak mau makan bekal atau masih menyisakan bekalnya, Moms tidak perlu langsung khawatir. Coba kenali kebiasaan makan Si Kecil dan lakukan penyesuaian secara bertahap agar waktu makan di sekolah terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Jika Moms sedang mencari komunitas yang hangat untuk saling berbagi pengalaman dan belajar seputar tumbuh kembang Si Kecil, yuk bergabung bersama Miifams Club. Moms bisa mengikuti berbagai sharing session dan webinar bersama para ahli, mendapatkan kesempatan mencoba produk gratis dari partner Alamii, menikmati event dan playdate eksklusif, serta memperoleh berbagai informasi dan keuntungan spesial dari Alamii.