By Alamii Marketing Team

Kenali Penyebab dan Pencegahan GTM pada Anak

GTM atau gerakan tutup mulut yang sering terjadi pada anak-anak tentunya sering membuat Moms panik. GTM atau gerakan tutup mulut adalah kesulitan atau menolak makan yang biasanya terjadi pada anak tahun pertama. GTM dapat beragam bentuknya, seperti menutup mulut dengan rapat, menyemburkan makanan bahkan melepehkan makanan keluar dari mulutnya.  GTM dapat ditimbulkan dari berbagai macam faktor, berikut adalah beberapa hal yang mungkin dapat menyebabkan anak melakukan GTM.


  • Tidak menyukai santapan
  • Salah satu penyebab anak melakukan GTM adalah tidak menyukai santapan yang disajikan. Warna, penataan di piring, tekstur, hingga rasanya kerap kali menjadi faktor penentu apakah anak ingin menyantap makanannya. Moms bisa lebih sering mengevaluasi apakah makanan yang disajikan kepada anak sudah cukup menarik, jika permasalahan GTM pada anak berkaitan dengan tidak menyukai santapan. 


  • Kenyang akibat terlalu sering mengkonsumsi cemilan 
  • Kurang terpantau pola makan anak dapat mengakibatkan anak konsumsi cemilan terus menerus bahkan hingga menolak untuk makan makanan utama. Moms harus lebih memperhatikan ketika anak sedang mengkonsumsi cemilan, dari segi kandungan gizinya, jenis makanannya, dan frekuensinya sesuai porsinya dan tidak mengakibatkan anak jadi enggan mengkonsumsi makanan utama.  


  • Terdistraksi
  • Penyebab yang mungkin terjadi lainnya adalah anak terdistraksi ketika makan. Moms mungkin mengira jika membiarkan anak mengkonsumsi makanan sambil menonton dari TV atau gadget akan membuat anak mau makan, ternyata justru dapat mengalihkan konsentrasi anak dan enggan untuk makan. 


  • Perilaku makan yang tidak benar 
  • Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), inappropriate feeding practice menjadi  penyebab tersering GTM terjadi. Inappropriate feeding practice atau perilaku makan yang tidak benar seringkali terjadi sejak usia penyapihan atau saat dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Pemberian tekstur, bentuk, dan konsistensi yang tidak sesuai dengan usia si Kecil termasuk kedalam perilaku makan yang tidak benar


    Pastikan Moms memberikan makanan dengan tekstur dan ukuran yang sesuai dengan usia si kecil untuk menghindari perilaku makan yang tidak benar. Alamii Puffs, cemilan sehat yang dibuat dari bahan-bahan berkualitas dapat dijadikan solusi agar terhindar dari perilaku makan yang tidak benar. Tekstur Alamii Puffs yang mudah meleleh di mulut dapat memudahkan anak dalam mengunyah dan menelannya, cocok untuk anak yang sedang atau baru memulai pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Ukuran Alamii Puffs yang dapat digenggam si kecil juga dapat memudahkan dalam memakannya.


    Alamii Puff snack sehat untuk anak


    Varian Alamii Puffs yang beragam, bisa mencegah si Kecil dari kebosanan mengkonsumsi rasa yang itu-itu saja. Tidak perlu khawatir Moms, karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari bahan-bahan asli dan berkualitas premium serta bebas pengawet maupun perasa buatan. Alamii Puffs dapat dijadikan solusi bagi si Kecil yang sedang mengalami GTM.


    Setelah penyebab dari GTM pada anak, dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hal yang perlu dilakukan ketika anak tidak mau makan adalah mengevaluasi apakah yang menjadi penyebab utama anak tidak mau makan. Memperbaiki perilaku makan pada anak menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan. Berikut adalah cara agar terwujudnya perilaku makan yang baik pada anak.


  • Memiliki jadwal makan yang teratur 
  • Pastikan anak memiliki jadwal makan yang teratur yaitu makanan utama sebanyak tiga kali dan cemilan atau selingan sebanyak dua kali. Memiliki jadwal makan yang teratur dapat mengajarkan anak tentang waktu makan. 


  • Buat lingkungan makan yang baik
  • Tunjukkan kepada anak lingkungan makan yang seharusnya seperti minim distraksi dan sebisa mungkin makan di meja makan. Hindari gadget  atau televisi ketika makan, buat anak fokus hanya kepada makanannya. 


  • Dorongan untuk makan sendiri
  • Jika anak menunjukkan tanda-tanda tidak mau makan seperti menutup mulut, memalingkan wajah bahkan menangis, tetap tawarkan anak untuk makan dengan tidak dipaksa. Setelah 10-15 menit anak tetap enggan makan, sesi makan dapat diakhiri dan tidak memaksa anak untuk makan yang dapat menimbulkan pengalaman buruk hingga trauma. 


    Selain hal-hal yang dapat Moms lakukan, ada juga hal-hal yang perlu Moms hindari dalam mewujudkan perilaku makan yang benar. Berikut adalah hal-hal yang harus Moms hindari untuk memperbaiki perilaku makan anak.


  • Hindari memaksa makan 
  • Hindari memaksa bahkan hingga memarahi anak ketika tidak mau makan karena hal tersebut dapat menimbulkan trauma dan pengalaman buruk ketika makan. Trauma dan pengalaman buruk ketika makan membuat anak menjadi takut dan semakin menghindari waktu makan.


  • Biasakan anak untuk fokus makan 
  • Ketika waktu makan tiba, biasakan anak untuk fokus dengan makanannya. Hindari memberi makan anak sambil bermain, jalan-jalan, dan kegiatan lainnya.


    Demikian penyebab dan solusi yang dapat dilakukan jika anak sedang dalam fase GTM. Penting untuk Moms mengenali dan memahami yang menjadi penyebab utama ketika anak GTM. Temukan solusi yang tepat sasaran untuk mengatasi GTM pada anak agar anak memiliki hubungan yang baik dengan makanan.